cara menghindari fitnah wanita
Mulailahberperilaku yang baik dan jauhkan sifat buruk dari diri dalam diri anda. 10. Berpikir positif. Memiliki pikiran yang positif merupakan cara baik untuk menghindari fitnah. Anda dapat menyibukkan diri dengan beragam pikiran yang baik. Hindari memikirkan beragam hal yang tidak berguna yang dapat memenuhi kepala anda dengan bentuk-bentuk
MenghindariPerilaku Fitnah. Tentu Anda sudah pernah mendengar bahwa fitnah itu lebih keji daripada pembunuhan. Hal itu sama dengan yang disebutkan dalam ayat Al Baqarah di atas. Tentunya kita tidak mau menjadi salah satu orang yang gemar melakukan fitnah, karena itu cara menghindari perilaku fitnah bisa dilakukan melalui beberapa hal berikut: 1.
16K views, 107 likes, 2 loves, 0 comments, 90 shares, Facebook Watch Videos from Video Kajian Islam: CARA MENGHINDARI FITNAH WANITA . Ustadz Dr.
Terimakasih sudah menonton video kami, apabila menurut anda video ini bermanfaat silahkan dukung kami dengan klik tombol subscribe dan tombol like.IG: bit.l
LONDON- Jose Mourinho mengakui Diego Costa berdepan risiko kecederaan berulang seandainya penyerang utama Chelsea itu terlalu memaksa dirinya.
Augsburger Allgemeine Bekanntschaften Sie Sucht Ihn. Ilustrasi Cara Menghindari Zina Foto ShutterstockDalam ajaran Islam, perbuatan zina digolongkan sebagai dosa besar. Setiap umat Muslim harus menghindari perbuatan zina dan segala hal yang dapat mendekati dosa tersebut. Sebagaimana tercatat dalam Surah Alisra ayat 32 yang berbunyi“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” Ar-Rifa’i2000bMenurut Miftahul Jannah, dkk. 2019 dalam bukunya yang berjudul Taman Islami, ada banyak perbuatan yang bisa dikategorikan mendekati zina, salah satunya adalah berduaan antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah atau bukan mahram. Aturan ini juga tertuang dalam Al-Khin 2006 “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali berkhalwat dengan seorang perempuan, tanpa disertai mahramnya, karena yang ketiganya ialah syetan.” Al-Khun et. al., 2006Lantas, bagaimana cara menghindari zina? Simak ulasan berikut untuk penjelasan lebih Cara Menghindari Zina Foto ShutterstockCara Menghindari ZinaMengutip buku Pendidikan Agama Islam Akidah Akhlak Untuk Madrasah Aliyah Kelas XI tulisan Toto Adidarmo, MA dan Drs Mulyadi serta buku Tentang Bagaimana Surga Merindukanmu oleh Ustadzah Umi A. Khalil, ada beberapa cara menghindari zina, di antaranyaIbnu Katsir menjelaskan bahwa Allah SWT melarang semua hamba-Nya melakukan, mendekati, dan melakukan segala hal yang menjadi penyebab dan faktor pendorong terjadinya zina. Oleh karena itu, umat Muslim harus menjaga pandangan dari hal-hal yang dapat memicu perzinaan. Menjaga pandangan yang dimaksud adalah pandangan kepada lawan dikatakan dalam hadis berikut“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaknya mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat,” QS. An-Nur 302. Menjaga Cara BerpakaianUmat Muslim, baik perempuan atau laki-laki, harus menjaga cara berpakaian untuk menghindari perbuatan zina. Islam memiliki aturan dalam menentukan batasan aurat, sebagaimana dikemukakan dalam hadis riwayat Muslim, Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi“Seorang laki-laki tidak boleh Melihat aurat laki-laki lain dan seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain. Seorang laki-laki tidak boleh bercampur dengan laki-laki lain dalam satu pakaian; seorang perempuan tidak boleh bercampur dengan perempuan lain dalam satu pakaian.” Al-Khin et al., 20063. Mengatur Cara BerkomunikasiPengaturan komunikasi merupakan cara menghindari zina. Disadari atau tidak, wanita adalah godaan terbesar bagi kaum laki-laki. Karenanya, Islam mengatur cara berkomunikasi antara pria dan wanita. Di antaranya larangan kepada perempuan untuk meliuk-liukkan suara kepada lelaki.“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya,” QS. AL-AHZAB 32.Ikhtilath merupakan percampuran antara pria dan wanita di suatu tempat dalam waktu yang lama. Misalnya, bercampurnya pria dan wanita di sekolah, kantor, angkutan umum, dan lainnya. Islam telah mengatur pembatasan ikhtilath dalam hadis Nabi Muhammad SAW kepada para wanita“Minggirlah kalian, tidak boleh bagi kalian para wanita berjalan di tengah jalan, hendaklah kalian berjalan di pinggir jalan,” HR. Abu DaudIsyarat lain terkait haramnya ikhtilath, yakni pengaturan shaf wanita dan pria ketika menunaikan shalat. Dijelaskan bahwa sebaik-baiknya shaf bagi pria adalah paling depan, sedangkan wanita paling menganjurkan umatnya untuk menikah agar menghindari dosa benar zina. Sebagaimana dikatakan dalam surah An-Nur ayat ke-32, yang berbunyi“Dan menikahlah orang-orang yang masih bujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui,” QS. An-Nur 32Apa Arti Zina dalam Islam?Apa Saja yang Termasuk Perbuatan Zina?Bagaimana Cara Menghindari Zina di Kalangan Remaja?
'Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan', ungkapan ini pastinya sudah tak asing lagi terdengar di telingamu bukan? Nah, ungkapan ini rasanya makin menusuk ketika hal itu benar-benar terjadi padamu, iya kan? Oleh karena itu, sebenarnya kamu harus bijak ketika menghadapi fitnahan yang ditujukan padamu. Agar situasi tidak makin buruk, ini 5 cara bijak hadapi fitnah yang ditujukan padamu. Yuk kita simak!1. Tetap tenang dan menjaga HardyHal pertama yang harus kamu ingat ketika difitnah orang lain adalah untuk tetap tenang dan jangan terbawa emosi dahulu. Jangan sampai kamu lepas kendali dan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya, yang mungkin ujung-ujungnya hanya merugikan dirimu sendiri. Oleh karena itu, kamu harus berusaha untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan fitnahan yang ditujukan Kumpulkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kamu tidak bersalah daripada membalas orang reaksi pertama orang ketika difitnah tentu saja terkejut, marah dan ingin rasanya langsung membalas ucapan ataupun perbuatan orang yang memfitnah tersebut. Namun, ada baiknya kamu tenang dan fokus pada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kamu tidak bersalah dan fitnah tersebut tidak berdasarkan pada fakta atau kebenaran yang cara ini lebih baik daripada membalas atau membela diri tanpa mengumpulkan bukti yang menguatkan pembenaranmu. Karena, bisa-bisa kamu dicap sebagai pembohong dan kamu dianggap terbukti sesuai tuduhan atau fitnahan yang ditujukan bukti-bukti sudah cukup, maka orang yang memfitnahmu akan malu sendiri atas perbuatannya karena tidak bisa mengelak dari bukti yang kamu punya sekaligus menunjukkan bahwa kamu tidak bersalah dan merupakan korban Jangan merasa takut dan terintimidasi bila lingkungan tidak /João Jesus Kadangkala orang-orang disekitarmu ada yang langsung terpengaruh dengan omongan dari orang yang memfitnahmu. Bisa-bisa tanpa bukti yang jelas orang-orang di sekitarmu malah menjauhimu dan memandang buruk dirimu. Nah, ketika hal itu terjadi, tak jarang orang yang mengalaminya menjadi takut dan merasa terintimidasi dengan lingkungan yang tidak mempercayainya. Kalau hal itu terjadi, tetap tenang dan fokus kumpulkan bukti-bukti seperti yang dijelaskan pada poin-poin di atas. Baca Juga Bukan Nyinyir, Ini Tanda Orang yang Mengomentarimu Karena Peduli 4. Tahan emosimu dan tanyakan secara langsung apa maksud dari fitnahan yang ditujukan ArsicNah, cara selanjutnya yang bisa kamu lakukan ketika difitnah adalah menanyakan secara langsung dan tegas kepada orang yang memfitnahmu. Apa sebenarnya maksud dan tujuan dari perbuatannya yang dengan tega memfitnah dirimu. Tapi, ingat untuk tenang dan menjaga emosimu mendengar apapun jawabannya. Usahakan untuk selalu mendengar dan menyelesaikan permasalahanmu dengan orang tersebut secara baik-baik Jangan membalas perbuatan buruk orang terakhir, usahakan agar kamu biaa terbebas dari rasa marah, benci atau bahkan dendam terhadap orang yang memfitnahmu. Tidak mudah memang dan perlu waktu, tapi setidaknya hal paling penting yang harus kamu ingat adalah jangan pernah mencoba membalaskan dendammu pada orang jika kamu melakukannya apa bedanya kamu dengan orang yang memfitnahmu? Jadi, coba untuk membalas kejahatan dengan kebaikan misalnya menasihati orang tersebut untuk tidak melakukan perbuatannya baik kepada dirimu maupun orang lain. Biarlah, apapun fitnah kejam yang diucapkannya menjadi urusannya dengan Yang Maha Kuasa. Yang penting kamu sudah bersikap bijak menghadapi fitnah kata, semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang saat ini sedang sedih, kecewa, marah ataupun perasaan negatif lainnya akibat dari fitnah yanh ditujukan padamu. Tetap semangat! Baca Juga Jangan Emosi, 5 Cara Elegan Menyikapi Orang yang Suka Nyinyir IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Saat berselancar di media sosial, kita akan sering mendapati teks-teks yang menyebutkan bahwa perempuan adalah sumber fitnah bagi laki-laki. Anggapan ini bukan hanya bualan semata. Ia disandarkan kepada hadits-hadits Nabi SAW, beberapa di antaranya Dari Sahl bin Sa’d, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِي النَّاسِ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ Artinya, “Aku tidak meninggalkan fitnah yang lebih besar bagi laki-laki selain dari perempuan,” HR Al-Bukhari. Hadits ini juga diriwayatkan beberapa imam hadits lainnya, yaitu Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah. Abu Sa’id al-Khudri juga meriwayatkan hadits lainnya dari Nabi Muhammad SAW أَلَا فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ Artinya, “Ketahuilah, takutlah kalian terhadap dunia dan para wanita,” HR At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah. Sayangnya, teks-teks ini sering kali dijadikan alasan untuk mendomestifikasi perempuan, bahkan menyalahkan perempuan atas segala kesalahan, misalnya perempuan yang menjadi korban pemerkosaan justru disalahkan karena dianggap menggoda laki-laki melalui pakaian atau keluar malam. Lalu sebenarnya bagaimana cara memahami hadits-hadits ini? Sebelum memasuki pembahasan hadits, mari kita lihat dulu teks-teks mengenai fitnah dalam Al-Qur’an. Fitnah dalam Al-Qur’an Dalam Surat At-Taghābun, Allah SWT berfirman يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنَّ مِنۡ اَزۡوَاجِكُمۡ وَاَوۡلَادِكُمۡ عَدُوًّا لَّكُمۡ فَاحۡذَرُوۡهُمۡۚ وَاِنۡ تَعۡفُوۡا وَتَصۡفَحُوۡا وَتَغۡفِرُوۡا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ. اِنَّمَاۤ اَمۡوَالُـكُمۡ وَاَوۡلَادُكُمۡ فِتۡنَةٌ ؕ وَاللّٰهُ عِنۡدَهٗۤ اَجۡرٌ عَظِيۡمٌ Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Sungguh di antara pasangan-pasanganmu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu, dan di sisi Allah pahala yang besar,” Surat At-Taghabun ayat 14-15. Prof Quraish Shihab mengutip riwayat Imam at-Tirmidzi menyatakan, menurut Ibnu Abbas ayat ini diturunkan berkaitan dengan penduduk Makkah yang hendak hijrah ke Madinah namun dihalangi istri-istri dan anak-anak mereka. Kemudian setelah berhasil hijrah, mereka mendapati orang-orang yang terlebih dahulu hijrah telah memiliki ilmu yang memadai tentang Islam sehingga orang-orang yang terlambat berhijrah pun menyesal dan hendak menghukum istri dan anak-anak mereka. Riwayat lainnya menyatakan bahwa ayat ini berkaitan dengan kasus Auf bin Malik Al-Asyja’iy yang setiap kali hendak berperang, istri-istri dan anak-anaknya selalu menahannya karena khawatir Auf meninggal di medan perang. Lihat Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, vol 14, halaman 118. Jika kita perhatikan, dalam ayat ini Al-Qur’an menggunakan kata Azwaj yang berarti pasangan. Sehingga ia tak terbatas pada perempuan semata, melainkan juga bisa ditujukan pada suami yang merupakan pasangan dari istri. Pada ayat 15, Al-Qur’an tidak lagi menyebutkan pasangan, melainkan hanya anak-anak dan harta. Hal ini bisa jadi karena ujian melalui anak-anak lebih berat dibanding cobaan melalui pasangan. Makna Fitnah Berkaitan dengan ayat di atas, Prof Quraish Shihab menerjemahkan kata fitnah sebagai “ujian.” Sedangkan Thāhir ibn Asyūr mengartikan fitnah sebagai “keguncangan hati serta kebingungan akibat adanya situasi yang tidak sejalan dengan siapa yang menghadapi situasi itu.” Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah, vol 14, halaman 119. Dalam al-Mu’jam al-Wasith, secara bahasa fitnah diartikan cobaan, kekaguman pada sesuatu dan menjadi bodoh karenanya hilang akal karena sesuatu; atau azab. Imam Al-Bukhari memasukkan hadits pertama ke dalam pembahasan tentang kesialan perempuan, “Bāb Mā Yuttqā min Syu’mil Mar’ah.” Sebelum menyebutkan hadits-hadits dalam bab ini, ia menuliskan potongan Surat At-Taghābun ayat 13. Menurut Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, Imam al-Bukhari hendak menunjukkan bahwa kesialan atau fitnah perempuan itu tidak berlaku bagi semua perempuan, melainkan hanya sebagian saja. Sebab Al-Qur’an pun menyatakan اِنَّ مِنۡ اَزۡوَاجِكُمۡ di antara istri-istrimu. Lihat Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bāri bi Syarhi Shāhih al-Bukhāri, Dārul Hādits, juz IX, halaman 158. Imam At-Tirmidzi mengemukakan, tabiat mayoritas laki-laki adalah menyukai perempuan sehingga seorang laki-laki rela jatuh ke dalam perbuatan haram demi mendapatkan hati perempuan, bahkan ia juga rela membunuh dan saling bermusuhan karenanya. Maka tak heran bila Rasulullah SAW menyebutkan bahwa perempuan adalah cobaan terberat bagi laki-laki. Lihat Al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwadzi bi Syarhi Jami’it Tirmidzi. Mendudukkan Hadits-hadits terkait Perempuan tentang Fitnah Jika melakukan metode jamak, kita akan mendapati bahwa makna fitnah dalam Al-Qur’an dan Hadits ini saling melengkapi. Fitnah ujiaan/cobaan bagi manusia bisa beragam, bisa saja dari lawan jenis, pasangan, anak-anak atau bahkan harta. Demikian juga disebutkan dalam Surat Ali Imran ayat 14. Laki-laki sekuat apapun bisa menjadi lemah di hadapan perempuan yang dicintainya. Sedangkan ujian bagi perempuan mungkin adalah anak-anaknya, hingga ia rela mati dan berkorban untuk kehidupan mereka. Pada hadits ini, lawan bicaranya memang tertuju pada laki-laki sehingga yang disebutkan adalah perempuan. Karena secara naluri, laki-laki memang memiliki kecenderungan untuk menyukai perempuan. Sebaliknya, perempuan juga bisa tergoda dengan pesona lelaki sehingga bisa membuatnya seolah gila dan melalaikan kewajibannya pada Tuhannya. Untuk itu, jangan sampai buta mata menyalahkan perempuan sebagai sumber fitnah. Sebab perempuan maupun laki-laki sama-sama berpotensi menjadi sumber fitnah bagi lawan jenisnya. Di sisi lain, keduanya juga berpotensi menjadi sumber maslahah. Maka tak heran bila Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sebaik-baiknya perhiasan adalah perempuan shalihah. Untuk menghindari diri dari fitnah lawan jenis ini, Allah SWT sudah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan untuk menjaga kemaluan dan pandangan mereka, sebagaimana tercantum dalam Surat An-Nur ayat 30-31. Ini semakin memperkuat bahwa fitnah bisa saja datang dari laki-laki maupun perempuan. Lalu apa tujuan dari hadits ini? Salah satunya untuk menjadikan manusia sebagai orang yang bertakwa. Pada Surat At-Taghābun misalnya, setelah pembahasan fitnah, Allah SWT kemudian mengingatkan manusia untuk bertakwa. Artinya, ketakwaan pada Allah SWT bisa mencegah seseorang dari perbuatan dosa dan terjerumus pada fitnah dunia. Wallahu a’lam. Ustadzah Fera Rahmatun Nazilah, Pegiat Kajian Hadits Instal sekarang NU Online Super App versi Android dan versi iOS Akses dengan mudah fitur Al-Qur'an, Yasin & Tahlil, Jadwal Shalat, Kompas Kiblat, Wirid, Ziarah, Ensiklopedia NU, Maulid, Khutbah, Doa, dan lain-lain.
Pertanyaan Saya membaca sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam Aku tidak tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain fitnah wanita." HR. Bukhari, no. 5096, dan Muslim, no. 2740. Pertanyaanku adalah bagaimana diriku selamat dari fitnah ini, sedangkan aku melihatnya di seluruh tempat, di jalan, televisi, internet dan pekerjaan. Teks Jawaban menciptakan manusia di alam yang penuh cobaan dan ujian. Dan menjadikan surga tempat bagi para penolong dan kekasihNya –yang mendahulukan keredoanNya dibandingkkan dengan keridhaan dirinya dan ketaatan kepadaNya dibandingkan kesenangan badannya. Dan Dia menjadikan neraka tempat bagi yang membangkang dari hamba-Nya serta mereka yang mendahulukan hawa nafsu dibandingkan keredhaan Tuhannya Subhanahu Wa Ta’ala. Allah berfirman, تلك الجنة التي نورث من عبادنا من كان تقيا سورة مريم 63 “Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa." QS. Maryam 63 Dan firmanNya “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” QS. An-Naziaat 40-41 Dan Dia berfirman terkait dengan penduduk Neraka فخلف من بعدهم خلف أضاعوا الصلاة واتبعوا الشهوات فسوف يلقون غيا سورة مريم 59 “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” QS. Maryam 59 Dan firmanNya “Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.” QS. Al-Kahfi 106 Dan firmanNya “Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya.” QS. An-Naziaat 37-39 Bagi seorang muslim bersemangat diri untuk beribadah kepada Allah, menjauhi apa yang membuat Allah murka, Allah tidak akan menghilangkan pahala bagi orang yang melaksanakan amalan terbaik. “Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” QS. Al-Ankabut 69. Sedungguhnya di antara fitnah yang menjadi cobaan kita sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam adalah fitnah wanita, Aku tidak tinggalkan setelahku fitnah yang lebih besar bagi laki-laki selain fitnah wanita." HR. Bukhari, no. 5096. Muslim, no. 2740. Berikut ini sebagian kiat yang dapat membantu untuk menjauhi fitnah ini, kami memohon kepada Allah agar memperbaiki kondisi umat Islam, kepada Allah Azza Wa Jalla, Sesungguhnya beriman kepada Allah serta takut kepadaNya mengandung keamanan dan penjagaan seorang hamba dari terjerumus ke sesuatu yang haram dan terjerat dalam syahwat yang datang. Seorang mukmin manakala dididik merasa diawasi Allah, dan mempelajari rahasia Nama dan Sifat-Nya seperti yang maha Mengetahui, yang Maha melihat, yang Maha mengawasi, yang maha Menyaksikan, yang Maha Menghitung, yang Maha menyimpan dan yang Maha Melingkupi. Hal itu akan membuahkan rasa takut dariNya Subhanahu baik dalam kondisi tersembunyi maupun yang nampak. Meninggalkan kemaksiatan dan sebagai tameng dari ajakan syahwat yang membuat kebanyakan orang bergejolak ke arah haram. pandangan dari sesuatu yang diharamkan Sesungguhnya pandangan itu menghasilkan lintasan buruk dan perbuatan rendah dalam hati. Kemudian dari lintasan berkembang menjadi pikiran, kemudian menjadi syahwat kemudian keinginan kuat maka kemudian melakukan sesuat yang haram, perhatikan ayat ini yang menggabungkan antara langkah haram pertama sampai ke akhirnya. Allah berfirman قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ سورة النور 30 “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." QS. An-Nur 30 Ibnu Katsir rahimahullah mengomentari “Ini adalah perintah Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya orang-orang mukmin. Hendaknya mereka menahan pandangan terhadap apa yang diharamkan kepada mereka. Maka jangan melihat kecuali apa yang boleh dilihat dan hendaknya menahan pandangan dari apa yang diharamkan. Jika pandangan menangkap sesuatu yang haram tanpa sengaja, maka hendaklah memalingkan pandangan dengan segera." lintasan pikiran Sesungguhnya lintasan buruk dalam hati itu bahaya. Kapan saja seorang hamba mengenai bersamanya dan tanpa dilawan, maka akan berkembang menjadi pikiran, kemauan, keinginan, keinginan kuat, dan ingin melaksanan dan melakukan sesuatu yang haram. Maka sikap hati-hati harus terus terbawa dalam lintasan pikiran, bahkan seharusnya melawannya dan menggabungkannya dengan lintasan baik. Maka solusinya adalah melawan lintasan dengan menyibukkan jiwa dengan memikirkan sesuatu yang bermanfaat. “Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu, dia berkata, Nabi Sallallahu’alaihi wa sallam bersabda يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ رواه البخاري، رقم 5065 “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian mampu menikah, maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah berpuasa. Karena puasa itu tameng baginya. HR. Bukhari, no. 5065 bagi yang tidak mampu menikah. Berdasarkan hadits tadi yang di dalamnya, Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah berpuasa. Karena puasa itu tameng baginya." HR. Bukhari, no. 5065 Al-Qurtuby rahimahullah berkata, "Semakin sedikit makan, maka syahwat makin lemah. Jika syahwat melemah, maka akan sedikit berbuat kemaksiatan.” teman buruk المَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ رواه أبو داوود، رقم 8433 وحسنه الألباني في صحيح أبي داود، رقم 4046 “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka hendaklah setiap orang memperhatikan siapa teman dekatnya .” HR. Abu Daud, no. 8433. Dihasankan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud, no. 4046 tempat-tempat fitnah. Tidak tersembunyi lagi bahwa kita hidup sekarang di masyarakat yang penuh dengan fitnah. Hal itu terlihat dampaknya di toko-toko, pasar-pasar yang buruk, chanel tv, internet dan lain-lainnya. Maka hendaknya anda lari dari fitnah dan menjauhinya agar anda dan agama anda selamat. waktu dengan menyibukkan diri untuk ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla Sesungguhnya waktu adalah nikmat yang agung kepada hamba di antara nikmat-nikmat Allah. Akan tetapi banyak yang terlena. Ada hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ رواه البخاري 6412 “Dua kenikmatan, kebanyakan orang terlena, kesehatan dan waktu kosong.” HR. Bukhari, no. 6412 Silahkan lihat soal no. 3234 nikmat akhirat, lebih khusus mengingat bidadari dan sifat-sifatnya yang Allah persiapkan bagi orang yang sabar dari godaan kemaksiatan. Ini dapat mendorong seorang muslim untuk meninggalkan kesenangan sesaat yang hanya mewariskan penyesalan dan kerugian. Kami memohon kepada Allah agar kita dijauhkan dari fitnah yang nampak maupun yang tidak nampak.
Image . Siapa pun tahu bahwa saat ini peran dan aktivitas wanita begitu besar di tengah masyarakat. Hampir semua tugas pria yang tadinya begitu mustahil dilakukan wanita, saat ini menjadi mungkin dikerjakan oleh kaum hawa. Arsitek, petugas keamanan, supir, sampai kepada pekerja bangunan, wanita tetap bisa ambil bagian. Seolah tak ada pekerjaan yang tak mampu kami kerjakan. . Namun di balik itu, jangan lupa, bahwa ada kehati-hatian yang harus tetap kita jaga sebagai seorang wanita, terutama bila kita adalah seorang muslimah. Baik sebagai muslimah yang singlelillah, maupun yang telah memiliki pasangan. Akan ada banyak fitnah dan kerusakan yang timbul apabila seorang wanita tidak dapat menjaga diri dan adab dirinya, termasuk rasa malunya. . Hal ini telah dikatakan oleh Rasulullah Saw sejak dahulu kala, bahwa di antara fitnah harta, dunia, dan anak-anak, fitnah wanitalah yang paling berbahaya bagi kaum pria. . “Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” HR. Bukhari 5096 dan Muslim 2740 . Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir adanya fitnah terhadap diri pribadi seorang wanita, khususnya bagi para muslimah. Ini sekaligus sebagai pengingat juga untuk saya, karena sungguh, godaan bagi wanita di akhir zaman ini sangat berat dan tipis sekali batasannya antara yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Apalagi jika kita tidak mau mempelajari lebih dalam lagi. . Perbaiki Adab dan Akhlakmu . Bukan rahasia lagi bahwa seorang wanita adalah calon ibu dari anak-anaknya. Sekolah pertama bagi buah hatinya. Dan perhiasan terindah bagi suaminya. Maka mutlak diperlukan keindahan akhlak dan adab untuk diwariskan, terutama bagi generasi penerusnya kelak. Tentunya semua butuh waktu dan proses, tidak bisa langsung instan mengubah diri secara sempurna. Maka, belajar dan terus menimba ilmu rasanya menjadi sebuah kewajiban bagi seorang ibu. Bukankah saat ini belajar dapat dilakukan dari mana saja? Kuliah WA, ceramah di FB, kajian live di IG? Masya Allah, semuanya Allah permudah tanpa kita harus keluar rumah. . “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah…” HR. Muslim no 1467 . Tutuplah Auratmu . Seorang muslimah diwajibkan menutup auratnya agar ia lebih terjaga dari gangguan dan sebagai identitas untuk dirinya. Batasan aurat bagi wanita telah disebutkan di dalam hadis dan beberapa ayat Alquran, yaitu seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan wanita. . “Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah baligh mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini Rasulullah berkata seraya menunjuk muka dan telapak tangannya…” HR. Abu Dawud . Dalam suatu kajian pernah disebutkan bahwa seorang pria jika diibaratkan adalah seperti kucing yang selalu merindukan ikan asin 🙁 Apabila ia mencium bau ikan asin dari kejauhan, ia akan terus mencari dan mendekati ikan asin itu. Apabila ikan asin dibiarkan terbuka dan sama sekali tidak terjaga, tentunya kucing tersebut akan mudah menemukan dan menyantap ikan tadi. Namun, apabila ikan asinnya dalam keadaan tertutup dalam wadah yang rapat dan terlindungi, kucing tak akan mampu menemukan dan mengoyaknya begitu saja. . Begitu pula analogi antara pria sebagai kucing, dan wanita sebagai ikan asin. Sederhana, tetapi cukup masuk di akal. Bahwa hijab kita sebagai penutup aurat setidaknya akan mampu membendung syahwat dari para lawan jenis. . “Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang….” [QS. Al Ahzab 59]. . Di sini jelas disebutkan, “Mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka…” Berarti jilbab yang disyariatkan memang sudah tertulis secara detail ya, man-teman 🙂 Harus panjang dan menutupi seluruh tubuh. Hanya saja kita, *termasuk saya pastinya yang masih jauhhh dari sempurna, kadang sering tergoda menggunakan beragam gaya 🙁 Padahal jilbab yang baik adalah yang sederhana dan tak mengundang banyak lirikan mata. . Jagalah Hatimu dan Miliki Rasa Malu . Hati adalah cerminan seluruh tubuh. Kebaikan hatimu akan tercermin dalam pikiranmu. Pikiranmu akan muncul dalam lisanmu. Lisanmu akan menampilkan karakter dirimu. Maka pandai-pandailah kita menjaga hati dan mengontrol diri. . “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati…” HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599. Satu lagi yang mulai terkikis di zaman ini adalah mulai hilangnya perasaan malu. Padahal sesungguhnya, Allah Maha Pemalu, seperti sabda yang Rasulullah Saw ucapkan, “Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Penutup aib, dan mencintai rasa malu dan sikap suka menutup aib…” HR Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani. Bahkan yang bikin hati sedikit miris, sempat baca sebaris nasihat di media sosial, bahwa wanita di akhir zaman ini lebih mementingkan kecantikan dan permasalahan jodohnya, daripada menyibukkan diri untuk memperbaiki ilmu agamanya. Tulisan ini merupakan selfreminder juga buat saya. Semoga kita sebagai muslimah senantiasa Allah jaga dari fitnah dan segala keburukan dunia yang mengakibatkan kehormatan diri menjadi tak berarti lagi. . Na’udzubillahimindzalik.… . ODOP EstrilookCommunity Day2
cara menghindari fitnah wanita