cara menghormati orang tua dalam kristen
1 Bersyukurlah. Rasa syukur bisa ditunjukkan dengan berterima kasih dan menghargai apa yang kamu miliki. [1] Selain melahirkan kamu ke dunia ini, orang tua berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginanmu dengan mengorbankan waktu dan tenaga. Tunjukkan respek kepada orang tua dengan menghargai usaha yang mereka lakukan untukmu.
Menghormatidan mengagungkan keduanya, merendahkan diri kepadanya, memuliakannya dengan perkataan atau perbuatan hingga memanggil keduanya dengan namanya, tapi dengan sebutan ayah dan ibu. Berbakti kepada keduanya dengan memberikan makanan dan pakaian, mengobati penyakit hingga menghidari gangguan yang mengusik keduanya.
Caracara menaati orang tua kita: Ketika orang tua memintamu melakukan sesuatu, janganlah menunda. Lakukanlah sekarang juga! Ketika orang tuamu mengatakan, "Tidak!", kamu sebaiknya tidak berteriak, menangis, atau, marah-marah. Ingatlah bahwa mereka mengasihi kamu, dan Allah membantu mereka mengetahui yang terbaik untuk kita.
1 Mendeskripsikan pengertian menghormati dan taat kepada orang tua dan guru dengan benar 2. Menjelaskan cara berbuat baik, hormat dan patuh kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari dengan benar; 3. Menunjukkan contoh perilaku menghormati dan taat terhadap orang tua dan guru dalam kehidupan sehari-hari dengan benar; 4.
Salahsatu pelajaran yang paling penting bagi anak-anak, remaja, atau pemuda adalah belajar menghormati orang tua mereka. Perintah kelima dari Sepuluh Hukum Allah, pada kenyataannya, mensyaratkan orang-orang Kristen untuk menghormati orang tua mereka. Sekolah Minggu adalah tempat yang ideal untuk mengajarkan pelajaran berharga ini kepada anak-anak.
Augsburger Allgemeine Bekanntschaften Sie Sucht Ihn. Official Writer 51173 "Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya."Amsal 101Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 117; I Korintus 5; Rut 1-2Di zaman sekarang ini sering kita jumpai anak muda yang kurang menghormati orangtuanya. Mereka suka sekali melawan dan menentang nasihat orangtua yang dianggap kuno, lalu mereka pun memilih menjalani hidup sekehendak hati karena merasa diri sudah besar. Akibatnya? Tidak sedikit yang salah pergaulan terlibat narkoba, seks bebas, dugem dan sebagainya. Firman Tuhan sudah memperingatkan, "Janganlah kamu sesat Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." 1 Korintus 1533.Bagi seorang anak, menghormati orangtua adalah wajib, dan merupakan perintah Tuhan yang harus ditaati, bahkan termasuk dalam satu dari sepuluh hukum Tuhan. "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." Keluaran 2012. Terhadap anak yang menghormati orangtuanya saja Tuhan menyediakan berkat-berkat-Nya, terlebih-lebih terhadap anak yang mau membalas budi dan berbuat baik kepada orangtuanya. Karena itu selagi orangtua kita masih hidup hormatilah dan perlakukan mereka dengan dilandasi oleh kasih ada orang Kristen yang tidak menghormati orangtuanya, berlaku kurang ajar, apalagi sampai menelantarkan orangtuanya, ia telah melanggar firman Tuhan. Kita menghormati orangtua bukan semata-mata karena mereka telah mencukupi semua yang kita butuhkan, atau dengan harapan supaya mendapatkan demikian maka kasih seperti itu adalah kasih yang tidak tulus karena disertai dengan motivasi terselubung. Menghormati orangtua harus dengan kasih yang tulus di segala keadaan. Sekalipun mereka tidak mampu memberikan apa yang kita perlukan sepenuhnya, sebagai anak, kita harus tetap menghormati dan mengasihi orangtua Mereka adalah wakil Tuhan, dan keberadaan anak hampir seluruhnya bergantung penuh kepada orangtua sampai beranjak dewasa. "Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya." 2 Korintus 1214b. Related Articles
- Orang tua menjadi sebab adanya anak-anak di dunia ini, yang merawat dan membesarkan mereka dari bayi hingga dewasa. Pengorbanan tersebut tak bisa dinilai dengan nominal angka, karena setiap waktu kasih sayang dan perhatian orang tua selalu tercurah, walau kadang anak tidak mengetahui dan menyadarinya. Karena itu agama Islam sangat menekankan pentingnya anak untuk menghormati dan menyayangi orang tua serta taat, selama kedua orang tua tidak menyuruh anak untuk melakukan kesyirikan dan hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wata’ala. Bahkan jika orang tua tidak seakidah atau tidak satu agama dengan anak, anak tetap harus menghormati dan sebisa mungkin berbakti kepada beliau, namun tidak dalam hal yang bertentangan dengan aturan Islam. Di lain pihak, jika orang tua buruk dalam memperlakukan anak, sangat dianjurkan untuk memaafkan kesalahan dan kekurangan orang tua tersebut, dan memberi maklum karena bisa jadi mereka melakukannya karena ketidaktahuan atau kekhilafannya. Seperti halnya manusia tidak ada yang sempurna, orang tua pun punya keterbatasan dan kekurangan yang tidak seharusnya membuat anak-anak membenci dan membalas perbuatan buruk tersebut. Berikut ini adalah beberapa ayat-ayat Al Qur’an yang membahas tentang hubungan anak dan orang tua, serta anjuran untuk memperlakukan orang tua dengan baik serta hormat seperti merujuk pada laman aboutislam1. Menghormati dan tidak membentak QS Al-Isra’ 23-24وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا Artinya "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." QS Al-Isra' 23. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا Artinya “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". QS Al-Isra 24. 2. Berbuat baik pada orang tua dan kerabat QS An-Nisa’ 36وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا Artinya “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” QS An-Nisa' 36. 3. Berbuat baik pada orang tua walau bukan muslim QS Lukman 14-15وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ Artinya "Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu." QS Lukman 14 وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Artinya "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." QS Lukman 15 4. Berbuat baik pada orang tua dan tidak mempersekutukan Allah QS Al-An’am 151قُلۡ تَعَالَوۡا اَتۡلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمۡ عَلَيۡكُمۡ اَلَّا تُشۡرِكُوۡا بِهٖ شَيۡـًٔـــا وَّبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا ۚ وَلَا تَقۡتُلُوۡۤا اَوۡلَادَكُمۡ مِّنۡ اِمۡلَاقٍؕ نَحۡنُ نَرۡزُقُكُمۡ وَاِيَّاهُمۡ ۚ وَلَا تَقۡرَبُوا الۡفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ ۚ وَلَا تَقۡتُلُوا النَّفۡسَ الَّتِىۡ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالۡحَـقِّ ؕ ذٰ لِكُمۡ وَصّٰٮكُمۡ بِهٖ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَArtinya "Katakanlah "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya melainkan dengan sesuatu sebab yang benar". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahaminya." Dalil dari Hadis Bukhari dan Muslim Kedudukan ibu 3 kali lebih muliaArtinya "Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” Beliau menjawab “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab “Kemudian ayahmu.” HR. Bukhari dan Muslim Merawat orang tua sama dengan jihadMerawat orang tua adalah hal yang tidak mudah karena membutuhkan kesabaran tinggi, sehingga Rasulullah Muhammad SAW menyebut keutamaannya seperti jihad. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, Abdullah bin Umar mengatakan ada seorang pria datang kepada Rasulullah. Dia meminta izin untuk pergi jihad. Lalu Rasulullah bertanya “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Pria itu menjawab “Ya.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Maka kepada keduanya itulah kamu berjihad.”Celaka jika tidak berbuat baik pada orang tuaSebuah hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda “Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi dengan itu dia tidak masuk surga,” HR Muslim.Baca juga Ayat Al-Qur'an Tentang Semangat dan Motivasi Hidup Doa Birrul Walidain untuk Orang Tua Arab, Latin dan Terjemahannya Ayat Al-Qur'an Tentang Ilmu Pengetahuan & Kewajiban Menuntut Ilmu - Sosial Budaya Kontributor Cicik NovitaPenulis Cicik NovitaEditor Dhita Koesno
JAKARTA - Pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya begitu besar. Sayangnya, saat ini, kasih sayang dan perhatian penuh yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya mudah terabaikan. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak nilai berharga yang telah dilupakan. Padahal Islam mengajarkan selalu menghormati dan mentaati orang tua. Allah dan Rasulullah telah memberi nasihat dan ajaran tentang pentingnya berbakti kepada orang tua. Berikut sembilan ayat dan hadits yang bisa meningkatkan hubungan Anda dengan orang tua, seperti dikutip About Islam, Ahad 27/6. 1. Wajib menghormati orang tua dan jangan pernah membantah Allah berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 23, Allah menerangkan berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban bagi setiap Muslim setelah tauhid. ۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." Selain itu, dalam ayat di atas juga disinggung untuk jangan membantah orang tua. Termasuk jangan mengucapkan “Ah,” membentak keduanya, dan diharuskan mengucapkan perkataan yang baik dan sopan.
Sumber / 15 June 2017 Lori Official Writer Dalam bahasa Yunani kata menghormati’ diartikan sebagai memuja, menjunjung dan menghargai’. Secara sederhana, menghormati berarti menunjukkan respek kepada seseorang yang memiliki suatu kedudukan. Sederhananya seperti bawahan kepada atasan. Mungkin dalam beberapa hal, akan ada perbedaan pandangan antara atasan dan bawahan, tapi bagaimanapun bawahan harus tetap menghormati pandangan atasannya karena kedudukannya yang lebih tinggi. Inilah yang diperintahkan kepada semua anak berapapun usianya supaya tetap menghormati orangtuanya, tanpa memandang apakah orangtuanya itu layak’ dihormati atau orang Kristen, kita pasti tahu bahwa sejak awal bumi diciptakan Allah berfirman dan menyampaikan sejumlah perintah kepada manusia. Salah satunya adalah menghormati ayah dan ibu’. “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” Keluaran 20 12Lewat ayat ini, Tuhan ingin setiap anak menghormati ayah dan ibunya. Sebagai Bapa atas kita, Dia juga menyampaika ayat ini untuk kita sendiri. Supaya sebagai anak kita juga berlaku hormat kepada Dia. Semua orang yang ada di dalam Kristus harus tahu bahwa sekalipun kita sudah terpisah dari orangtua kita, kita tetap adalah anak-anak Allah dan kita harus sebagian dari kita sulit menghormati orangtuanya, terutama mereka yang berasal dari keluarga broken home atau dengan latar belakang yang keras. Anak-anak yatim piatu mungkin akan jauh lebih sulit menerapkan hal ini karena kebanyakan dari mereka sama sekali tidak tahu bagaimana rasanya memiliki orangtua yang mengasihi mereka. Lewat artikel ini, penulis ingin meyakinkan dan mendorong semua anak-anak untuk menghormati orangtua kita, tak peduli betapa tidak sempurnanya mereka. Karena saat kita melakukannya, Tuhan telah berjanji untuk memberikan upah yang layak bagi kita yaitu memperoleh umur panjang di tanah yang diberikan Tuhan kepada kita. Apakah kamu ingin mendapatkan berkat-berkat Tuhan? Apakah kamu ingin menghormati orangtua dengan cara yang Tuhan inginkan? Jika Ya’ belajarlah bagaimana cara Yesus menghormati Tunduk dan TaatPertama-tama, kita harus patuh dan taat kepada orangtua. Hal inilah yang dilakukan Tuhan Yesus sendiri yaitu tunduk kepada Bapa dengan menyerahkan semua kehendak pribadi-Nya untuk mematuhi rencana besar Bapa. Jadi belajarlah untuk patuh dan taat terlebih dahulu kepada Allah Bapa kita, kemudian kepada ayah dan ibu kita. Hormatilah Tuhan di atas dari menghormati manusia Kisah Para Rasul 5 29.2. Bangun Hubungan Yang Penuh KasihTak perlu menutup mata, kita tentu saja sudah biasa menyaksikan bagaimana hubungan orangtua dengan anaknya justru hancur berantakan dan penuh ketegangan. Orangtua membenci anaknya demikian pula anak memendam dendam terhadap orangtuanya. Benarkah ini yang Tuhan inginkan dari hubungan orangtua dan anak? Yesus memberi kita contoh sempurna soal hubungan kasih antara orangtua dan anak. Kita melihat bagaimana Dia kembali ke rumah orangtua-Nya di Nazaret dan taat kepada mereka Lukas 251. Dia bertumbuh dengan baik disamping orangtua-Nya di bumi Lukas 2 52. Kita bisa menyimpulkan bahwa Yesus pada masa hidup-Nya di bumi benar-benar menjadi seorang anak yang taat sampai pada waktunya Dia dibaptis dan harus melangkah melakukan misi-Nya di dunia baca Lukas 3.Lalu kita bisa lihat, bagaimana Dia benar-benar membangun hubungan yang sangat intim dengan Bapa Surgawi. Dia selalu berdoa kepada Allah Bapa sepanjang waktu. Dia benar-benar berkomitmen untuk melakukan apapun yang Bapa-Nya kehendaki. Yesus menunjukkan hubungan anak-orangtua yang sangat dekat dan karib Yohanes 14 6-14.3. Bertanggung Jawab Untuk Merawat OrangtuaMungkin beberapa orang berpikir kalau Yesus sangat tidak hormat kepada ibunya karena ketika di kayu salib, Yesus tidak memanggilnya ibu melainkan Maria’. Tapi di sisi lain, sebelum kematian-Nya Yesus benar-benar menitipkan Maria kepada murid-murid-Nya. Dia meminta supaya ibunya dijaga selama Dia tak lagi ada bersama-sama dengan mereka baca Yohanes 19 26-27.Perintah menghormati orangtua bertujuan untuk mengingatkan kita bahwa ada pribadi yang mesti kita hormati di bumi ini. Sekalipun kita punya posisi dan kedudukan tinggi, kita tetap berkewajiban menghormati orang yang Tuhan sudah kirimkan dalam hidup kita yaitu orangtua. Inilah bayangan mini dari bentuk hormat kita kepada Tuhan. Yang wajib kita hormati, semata-mata karena Ia adalah Tuhan. Bukan karena Dia melakukan sesuatu yang besar atas hidup kita atau membuat kita menjadi siapa kita. Hormatilah orangtua dengan perbuatan dan sikap kita Markus 7 6. Hormati keinginan mereka, baik yang diungkapkan maupun yang tidak. “Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan.” Amsal 13 1. Sumber Halaman 1
Lori Official Writer Kalau kita baca kisah-kisah di dalam Alkitab, sebagian besar tokoh-tokoh penting berjuang untuk mendapatkan anak. Uniknya, mereka justru harus mendapatkan anak di usia mereka yang sudah tua. Sebut saja Abraham dan Sara, Zakharia dan istrinya, Hana, Manoah dan istri, Ayub dan Ribka. Hal ini membuktikan bahwa Tuhan memandang seorang anak sebagai sesuatu yang sangat penting. Kita percaya bahwa saat Tuhan mempercayakan seorang anak kepada pasangan suami istri, itu artinya Dia punya rencana atas anak tersebut. Karena itulah peran orangtua sangat diperlukan dalam tumbuh kembang seorang anak sampai dia beranjak dewasa dan siap melakukan tanggung jawabnya sendiri. Bahkan Yusuf dan Maria diberikan kepercayaan kepada Tuhan untuk merawat dan membesarkan Yesus sampai Dia dewasa dan memulai pelayanan-Nya. Saat Tuhan mmepercayakan pasangan menikah seorang anak, Tuhan tentu saja mengharapkan orangtua menjadi teladan yang baik bagi anak. Dan beberapa tokoh Alkitab ini membuktikan bahwa mereka mau belajar dan dibimbing untuk menjadi orangtua yang terbaik yang pernah tercatat dalam Alkitab. Hana, Ibu Samuel Hana adalah salah satu wanita yang paling menginspirasi dalam Alkitab. Meskipun sudah begitu lama menantikan seorang anak, namun Hana rela mempersembahkan putra sulungnya Samuel kepada Tuhan sejak dia lahir. Sepanjang hidupnya Samuel pun melayani Tuhan. Yang bisa kita pelajari dari Hana adalah bahwa dia punya iman yang teguh dan kerelaan hati untuk menyerahkan hal paling berharga yang dia punya untuk Tuhan dan kehendak-Nya. Yusuf, Ayah Yesus Bayangkan kalau pasanganmu memberi tahu kalau dia mengandung anak Allah. Dalam posisi Yusuf, saat itu dia mungkin tidak dengan mudah bisa menerima keadaan Maria. Tapi sebagai pria yang juga percaya Tuhan, dia mengambil peran dalam rencana Tuhan atas dunia. Dia percaya kepada Maria dan dengan setia mendampingi istrinya sampai bayi Yesus lahir sebagaimana telah dinubuatkan sejak lama. Sebagai orangtua, segala sesuatunya gak akan selalu berjalan sesuai dengan rencana. Aka nada hal-hal yang tidak masuk akal terjadi. Tapi di situlah kita perlu mengandalkan iman dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan janji-janji-Nya. Jadi, jika kamu menyadari bahwa anak yang dipercayakan Tuhan saat ini adalah bagian dari kehendak Tuhan, maka ambil bagianlah untuk menjadi sosok orangtua yang menghantar anak kepada kehendak Tuhan. Baca Juga 5 Langkah Sederhana Ajarkan Si Kecil Jadi Penginjil Sejak Belia Punya Iman Kecil Tapi Berdampak, Belajar dari Ibu dan Nenek Dalam Alkitab Ini Abraham, Ayah Ishak Ini adalah salah satu kisah Alkitab yang melegenda. Abraham dan Sara secara usia bisa dibilang harusnya tak lagi mungkin punya anak. Tapi karena rencana Tuhan atas bangsa Israel, dia pun mempercayakan seorang anak atas mereka yang kemudian dinamakan Ishak. Kehadiran Ishak sendiri menjadi sukacita yang besar bagi kedua orangtuanya. Tapi menjadi orangtua ternyata gak semudah yang dibayangkan Abraham. Tuhan sendiri bahkan menuntut Abraham untuk menyerahkan Ishak sebagai persembahan baginya. Bayangkan jika kamu adalah seorang ayah dan berada di posisi Abraham, apakah kamu rela menyerahkan anak semata wayangmu untuk disembelih dan diserahkan kepada Tuhan? Gak ada orangtua yang akan rela melakukan hal gila semacam itu. Tapi tidak dengan Abraham. Dia memilih taat kepada Tuhan. Dari ketaatan itulah Tuhan menunjukkan keadilan dan kasih-Nya kepada Abraham. Abraham adalah contoh orangtua yang punya iman yang begitu teguh yang pernah dicatat dalam Alkitab. Eunice, Ibu Timotius Timotius adalah salah satu murid dari Rasul Paulus. Melalui iman Eunice kepada Tuhan, dia mampu mendidik Timotius menjadi seorang anak berkarakter pemimpin dan yang begitu mengasihi Tuhan. Dia tahu tujuan hidupnya melalui pengasuhan seorang Eunice. Bahkan Eunice sendiri dimuji oleh Paulus karena mampu mendidik sosok pria seperti Timotius yang begitu mengasihi Tuhan. Iman dan doa Eunicelah yang diyakini membentuk Timotius menjadi pribadi yang mau dipakai Tuhan untuk menggembalakan banyak orang bersama Paulus. Sebagai orangtua, keempat tokoh Alkitab ini mengajarkan kita tentang bernilainya seorang anak bagi Tuhan. Mereka juga menyadari betul bahwa anak yang dipercayakan atas mereka asalnya dari Tuhan. Sehingga dengan iman mereka rela melakukan apapun yang Tuhan kehendaki atas anak-anak mereka. Apakah kamu sudah melakukan hal yang sama? Mari untuk tetap beriman dan berdoa atas anak-anak kita dan meminta Tuhan untuk membimbing setiap proses pengasuhan terhadap anak supaya mereka sampai pada tujuan akhir dari Tuhan. "Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah." Mazmur 1273 Sumber Halaman 1
cara menghormati orang tua dalam kristen